Sunday, 19 May 2013

LAYU

1.
Yang kutakutkan bukan apa.
aku akan kembali terjaga nanti pagi,
Tapi siapa,
yang akan membangunkanku esok hari.
Karena bisa saja ia kawan
yang tak terlalu kukenal.
Bisa saja ia sopir atau kernet truk
yang memberiku tumpangan
Bisa saja ia mandor kuli angkut pelabuhan
yang memberiku sepiring makan.
Atau bisa saja itu popor senjata,
dalam genggaman tuannya yang menatapku nyalang.
Andai saja itu kau tiap pagi,
dan senyummu yang berisi seperti runduk
padi.
Kepadamu selalu rindu tersimpan,
walau terlampiaskan
hanya pada pengandaian.
Dalam pelarian.

- - -
Ditulis Btok di Radio Dalam, Jakarta Selatan (19/3) setelah membaca kisah Wiji Thukul. Mewakili perasaan rindunya pada 'rumah'. Begitu pula sebaliknya.