Tuesday, 11 February 2014

'IN A PERFECT WORLD' - KODALINE


#001
Saya akan buat daftar singkat kenapa kalian perlu mendengarkan debut album Kodaline, ‘In A Perfect World’. Satu, saya suka sampul albumnya, baru liat itu aja udah hilang penat rasanya, hehe. Dua, ya tentu, lagu-lagunya. Beberapa favorit saya ‘’All I Want’, ‘High Hopes’, ‘Brand New Day’, ‘Talk, ‘Love Like This’ dan ‘One Day’, mengingatkan akan Aqualung era ‘Strange and Beautiful’ (2005). Tiga, ada Ser Davos (Game ofThrones) di video klip ‘High Hopes’. Empat, konsep beauty and the beast di rangkaian video ‘All I Want’ bagus, ceweknya juga cantik, meski saya belum tahu namanya (but i will find you!). Lima, di kanal Youtubenya, album mereka bisa didengar lewat video stop-motion bekerja sama dengan ilustrator Shiloh Smith (mana favoritmu? Favorit saya ‘One Day’). Enam, mereka banyak mencover lagu orang lain, dan menghembuskan nafas yang berbeda, *HAH*,  Kodaline punya dan kentara. Antara lain ‘SameLove’ – Macklemore & Ryan Lewis di BBC; ‘Digital Love’ – Daft Punk dimedley ‘1901’ – Phoenix di Taratata; serta ‘We Are Never Ever Getting Back Together’ di GI:EL. Suka! Kalau kata Titi DJ di Indonesian Idol, “Merinding, merinding, merinding!”
Terus, apalagi ya? Ohya, tujuh, Suara sang vokalis Steve Garrigan terdengar rintih-genik, makin meraung makin bagus, kata orang-orang sih ini versi kasar dari pita suaranya si Tom Chaplin, vokalis Keane. Delapan, fans menyanyikan lagu Kodaline, dan masih tetap terdengar enak. Antara lain di kanalnya Kina Granis ini menyanyikan ‘All I Want’ (duh, saya suka sekali cewek cantik main gitar pake baju kutung); Orla Gartlan dan Gavin James membawakan ‘Love Like This’ (duo ginger favorit saya di Youtube); Paddy Leishman menyanyikan ‘All I Want’ di pemakaman sang paman; dan terakhir, Jemma Johnson menyanyikan ‘High Hopes’, nyanyinya biasa aja, tapi cantik, gimana dong (reminds me of Lauren Mayberry from CHVRCHES, bitter version). Ohya, hampir ketinggalan, sembilan, mereka masuk daftar BBC: Sound of 2013, setara sama ‘Savages’,’ The Weeknd’, dan ‘Little Green Car’. Di atasnya ada 'Haim', 'Laura Mvula', dan ya, lagi, ...‘CHVRCHES’.
Last but not least, sepuluh. Hal lain yang saya suka dari Kodaline adalah liriknya. Memories / they seem to show up so quick but they leave you far too soon / di ‘High Hopes’. You were a moment in life / that comes and goes / A riddle, a rhyme / that no one knows / di ‘Talk’, dua bagian lirik ini pas banget diresapi di satu pagi yang berkabut sambil ninyuh kopi. Terus ada I’ll be flicking stones / at your window / I’ll be waiting outside / 'til you’re ready to go di ‘Brand New Day’, bawaannya jadi kepingin jalan-jalan dan pacaran, uuk, :3. Jadi kalau lagi sedih, cocok banget dengerin Kodaline, resapin liriknya sampai cirambay, sampai satu momen kamu terlalu lama sedih dan tiba-tiba ngeh, “Eh musiknya enak juga ya ternyata.” Dan akhirnya kamu pun bingung mau senang atau sedih.
Nah, itu alasan saya menggemari Kodaline. Semoga kalian pun jadi suka, tapi ya, saya tidak memaksa, x).
/
Ditulis Rasuna Adikara untuk ‘The Moderntramp’, Januari 2014. “Jadi, apa pendapatmu tentang ‘Kodaline’?”