Wednesday, 3 April 2013

THE BLUE ROSE


1.
Sedikit banyak saya tahu, salah satu penyanyi yang gemar bunga mawar adalah Morrissey. Terutama mawar biru. Makanya nggak heran, kalau ada serial berjudul 'The Blue Rose' yang tiap episodenya menggunakan judul-judul lagunya.
Episode pertamanya saja berjudul 'There is a Light That Never Goes Out'. Ngehits banget emang. Meski ya, jarang saya dengar film seri dari negeri buah kiwi itu. Mau coba maraton nonton ah mulai malam ini, terlebih karena aktris utamanya, Antonia Prebble, bak perpaduan Shannen Doherty (Charmed) + Martine McCutcheon (Love Actually), hehe. Sinopsisnya baca di sini saja ya.

Tapi sebelum nonton serinya yang baru pilot 4 Februari lalu (1 April kemarin, meluncur episode 9, 'Suffer Little Children'), saya malah penasaran ingin tahu lebih banyak tentang: hubungan Morrissey dan mawar biru.
Usut punya usut (googling doang sih), ternyata sekumpulan fans misterius sudah bikin Blue Rose Society. Misinya sederhana saja, tiap Morrissey konser, mereka membawa setangkai bunga mawar. Gerakan yang digagas di dunia maya ini mulai bergulir pada Agustus 2011 lewat akun maya MorrisseysWorld. Musababnya, mereka tahu si paman gemar Oscar Wilde, novelis klasik ini terkenal mengagungkan bunga, terutama mawar dalam tiap karya-karyanya.
Pada 28 November 2011, untuk kali pertama Morrissey menerima mawar (merah) kala manggung di Pomona, Los Angeles. Sejak itu, hampir tiap konser, Morrissey selalu kebanjiran mawar. Dan yang bikin seru (katanya), Morrissey menolak menerima bunga lain, selain mawar. Apalagi mawar biru yang konon merefleksikan simbol cinta tak berbalas (ciyan). Mawar biru ini, baru pertama kali diterima Morrissey di atas panggung pada October 2012 dalam konser di New York.
Sejak 2012 bahkan boleh disebut, blue rose ini jadi semacam cult bagi yang mendewakan Morrissey. Kelompok ini dibanding-bandingkan dengan Green Carnation Society, sekumpulan fans misterius yang menyematkan anyelir hijau di bajunya untuk menghormati Oscar Wilde. Eh ternyata, sang fans penggagas itu tak lain adalah Oscar Wilde sendiri.

Makin sini, banyak penggemar mulai curiga jangan-jangan Morrissey pula yang berada di balik Blue Rose Society. Udah jadi 'dewa' kayak dia sih, selalu ada banyak cara untuk mengagumi diri sendiri.
Tapi biarlah misteri jadi misteri, yang pasti penggemarnya di seluruh dunia jadi tahu apa yang harus dilakukan ketika ia bertandang manggung.
- - -
Ditulis oleh Rasuna Adikara di Bulungan, Jakarta Selatan (3/4) sambil berharap Morrissey muncul jadi cameo di serial 'The Blue Rose'.
- - -